Jumat, 15 April 2016

KOMPETENSI PARANORMAL

KOMPETENSI PARANORMAL
Silahkan baca utk anda yg niat jadi dukun ;)


https://api.whatsapp.com/send?phone=6281212233535

IG : @kiawan357

Youtube : Ki Awan

Tulisan ini dibuat karena banyaknya pertanyaan dan minat para pembaca yang ingin berkecimpung di dunia paranormal. Sebenarnya untuk menjadi seorang dukun itu sulit sulit susah,.....dan sekaligus gampang gampang mudah  J. Kenapa bisa demikian ?
      Dunia kebatinan adalah dunia yang sangat halus dan erat dengan jiwa karsa seorang manusia. Di dalamnya banyak aspek art ( seni ) yang menentukan keberhasilan orang dalam upaya menjadi dukun “sakti” atau paten.
Tidak beda dengan seorang pedagang / pebisnis ulung, atau seorang pelukis maka menjadi dukun di”tuntut” memiliki kepekaan rasa / sense / feeling yang mumpuni.
Dalam dunia spiritual sense yang amat diperlukan tersebut dikenal dengan indra ke 6.

APA ITU INDRA KEENAM ??

Penulis berpikir kiranya tidak perlu menuliskan panjang lebar mengenai indra satu ini, karena telah begitu banyak artikel membahasnya. Dari mulai pengertian sampai kepada cara melatihnya. Oleh karena itu saya mencoba menyajikan secara sederhana tentang inti pengertian indra ke 6 dari sisi teknis praktek keparanormalan sehari hari.

      Indra ke 6 merupakan sebuah rasa, dimana rasa ini muncul bukan karena 5 indra fisik , namun lebih ke indra batin. Secara umum indra ke 6 bisa bermanifestasi dalam berbagai macam bentuk, biasanya ada 3 – 4 yang dominan, yakni :

Visual ; Auditorik ; Sensasi di indra perasa ( kulit /  bulu kuduk ) ; Penciuman

            Tiap orang akan menampilkan rasa yang lebih utama / dominan sesuai dengan genetik “batin” yang dikandung, dan talenta yang diberikan Tuhan. Genetik batin erat kaitannya dengan kadar berbagai hormon dalam tubuh, salah satu dikenal dengan melatonin. Untuk itu jangan heran ada murid cukup latian sekali langsung bisa atau ada yang latihan puluhan tahun belum bisa atau kemajuan amat lambat. Ibarat kadar IQ menjadi acuan kecerdasan seseorang, begitu pula kadar hormon – hormon “batin” menjadi acuan seberapa besar potensi “kedukunan / kesaktian batin / kegaiban” dalam diri seorang manusia.

            Mereka yang memiliki garis keturunan seorang dukun tentu secara genetis diuntungkan. Karena selain secara fisik kadar hormon mereka lebih siap – lebih banyak, tentu proses pembelajaran akan lebih cepat karena dipandu secara teratur dan turun – temurun. Namun demikian jangan berkecil hati bagi anda yang tidak ada latar belakang keluarga sama sekali dalam dunia batin. Semua hal bisa dipelajari selama ada kemauan dan kesungguhan hati, termasuk kebatinan. Banyak tokoh sakti ternama yang berlatar belakang kelam pada masa masa sebelumnya, baik sebagai preman, sekedar calo terminal, pemulung, pengemis, sampai perampok  dan pembunuh bayaran. Latar belakang keluarga mereka juga jauh dari keparanormalan apalagi kebatinan.

Kita akan membahas satu per satu karakteristik indra ke 6, karena pada dasarnya dunia batin / gaib adalah perluasan dari indra ke 6. Siapa bisa menguasai dan memanfaatkan secara maksimal tentu akan memperoleh manfaat terbanyak.




a.      Visual :

Penampakan visual dalam arti di sini bisa berupa penampakan dalam benak batin ( mata hati ) maupun penampakan gaib secara real yang terlihat dengan mata fisik. Bisanya penampakan mata fisik lebih sulit dan jarang terjadi dibandingkan mata batin. Dan utk sampai bisa menguasai penampakan mata fisik biasanya harus melewati penguasaan mata batin yang baik dan sempurna.
Penampakan visual dalam kebatinan bisa berupa pancaran cahaya – cahaya dalam aneka bentuk dan warna. Berupa sinar...atau bisa saja sekelebatan bayangan hitam yang hanya tampak sesaat pada ujung mata anda. Bentuk lain bisa berupa kepulan asap,... bentuk bentuk seperti “jubah” atau bahkan bentuk bentuk lain yang terkesan aneh serta janggal.

Pada intinya penampakan tersebut ada karena tangkapan indra batin dan bukan karena kita sedang menghayal atau membayangkan sesuatu / memvisualisasikan sebuah hal.  Pada tahap awal, biasanya sedikit kesulitan membedakan penampakan visual yang murni karena ada fenomena gaib, atau sekedar halusinasi. Solusi hal ini salah satunya bisa bertanya kepada mereka yang lebih berpengalaman hingga bisa di cross cek lebih jauh.

Perlu kebijaksanaan dan sekaligus keyakinan akan apa yang kita alami,...dengan berjalannya waktu, seiring jam terbang latian,..maka kita akan semakin dewasa dan mampu membedakan mana halusinasi, imajinasi, sugesti dan fenomena gaib sebenarnya.

Pada tahap lanjut bagi murid murid yang telah mahir, kemampuan melihat gaib sudah sama halnya melihat dengan dunia fisik di lingkungan sekitar kita. Dalam arti bukan lagi melihat tv hitam – putih atau sekelas dvd bajakan belum ori ( wkwkkwkwk ),... melainkan 98 % sama dengan alam fisik dimensi manusia dengan kualitas tayangan HD. ;)

b.      Auditorik

Dalam pembelajaran kebatinan umumnya ketika siswa / murid telah menguasai penglihatan gaib ( “terbuka mata batin” ) / maka pelajaran selanjutnya adalah menurunkan frekuensi pendengaran serendah mungkin. Hal ini berguna agar mampu menangkap gelombang – gelombang suara di luar range manusia normal. Dengan meditasi teknik tertentu dimungkinkan menurunkan gelombang otak sampai ke  level alfa atau delta bahkan tetha.

Mampu kah manusia mendengar suara gesekan setetes air di tembok kamar saat meditasi ? sekedar mendengar suara semut berjalan di lantai ? atau bahkan berkomunikasi dengan hewan ?  Silahkan tanyakan hal hal ini kepada praktisi kebatinan senior di lingkungan anda. hehehhe
Setelah mampu melihat dan mendengar suara gaib, diharapkan siswa telah mampu berkomunikasi kepada sosok sosok gaib / hodam secara lebih baik dan efektif. Kedua skill set di atas amat penting agar jangan sampai salah tangkap dan salah tafsir ketika melakukan kontak batin dengan hodam atau dengan manusia lain ( telepati ). Kedua hal itu pula menjadi pondasi dasar teramat penting utk pengembangan ilmu selanjutnya baik ilmu khodam, terawangan, raga sukma sampai kepada pecah raga.

Seperti kemampuan visual,...maka kepada mereka yang telah banyak jam terbangnya ...mendengar suara batin / gaib bisa sama jelasnya dengan suara fisik. Bahkan seolah mereka bukan lagi mendengar gaib dengan batin / hati, namun dengan telinga fisik itu sendiri layaknya dalam kehidupan sehari hari.

c.       Sensasi di indra perasa kulit

Sensasi ini sebenarnya lebih keren di sebut sebagai  SIR ...........  dalam pembelajaran batin sudah tidak asing penggunaan sir ini. Secara teknis sir adalah perasaan bulu kuduk meremang / merinding dan sensasi yang terasa sangatlah khas. Mirip seperti ketika anda tiba tiba ketakutan saat berada dalam sebuah tempat gelap seorang diri. Tips membedakan sir  objek gaib (interaksi aura gaib) dengan ketakutan alamiah adalah sbb :

Bila anda memikirkan hal hal menyeramkan sesaat sebelum bulu kuduk berdiri, biasanya itu adalah ketakutan secara natural dan lebih ke aspek fisik belaka. Sebaliknya apabila anda dalam kondisi tenang dan tidak takut secara alamiah, bahkan mungkin sedang asik mengerjakan sesuatu ( misal bekerja di kantor seorang diri saat pegawai lain telah pulang)...lalu tiba – tiba bulu kuduk meremang / berdiri. Nah itu bisa dikatakan 99 % sir. Artinya ada interaksi tubuh anda dengan dimensi gaib. Interaksi itu tertangkap batin anda dan mengejawantah dalam bentuk bulu kuduk berdiri tadi.

Radar setiap insan terhadap pesan gaib atau gelombang gaib berbeda beda. Ada yang lebih peka di mata, auditorik, termasuk di sir ( indra kulit ). Bila mana sampai demikian pada cerita di atas, dimana sir terasa sangat kuat, bulu kuduk meremang... itu biasanya ada sosok gaib sangat dekat dengan anda...... ( sekitar 3 m, bahkan kurang hehehehhe )... so yang sering pulang larut malam di kantor...sekarang uda tau kan kenapa wkwkwkwkwkk. Mungkin dibenak anda timbul pertanyaan ? trus gimana dunk kl ketemu situasi spt itu ? hehehhe silakan kontak sy aja..karena sy tidak ingin membahas lebih jauh tips nya di artike ini ;)

Sir memiliki keunggulan tertentu dalam mendeteksi fenomena gaib, khususnya kehadiran sosok sosok gaib. Kendati tidak “sejelas” penglihatan batin visual dalam “melihat objek gaib”...namun sir yang telah terasah baik mampu secara otomatis mendeteksi kehadiran hodam. Hal ini menyebabkan orang yang memiliki sir sempurna akan tetap mampu mendeteksi hodam kapan pun dimana pun ( kecuali saat tidur – utk para master tingkat atas, mitosnya bahkan ketika tidur pun mereka bisa mengetahui tatkala sir mereka mendeteksi hodam / serangan ).

Rasa sir menjadi alarm tersendiri bagi pemiliknya akan kehadiran “pihak” lain disekitar. Ibarat early warning sign, maka sir selalu dapat diandalkan dan tidak mudah tertipu dengan trick trick dari para hodam itu sendiri. Walaupun hodam bersembunyi di sebuah objek misal sebatang pohon atau bersembunyi di atas plafon atap, maka selama ada interaksi / kontak prana hodam dengan si pemilik sir tentu akan terdeteksi. Sir juga memiliki batas jangkauan yang berbeda beda tiap orang. Makin ahli, maka luas covered area kepekaan otomatisnya semakin luas.

d.      Penciuman

Mereka yang memiliki kepekaan batin pada area penciuman akan mampu mendeteksi kedatangan sesosok hodam melalui bau bauan di udara. Wangi atau bau - bauan tersebut bisa berupa  berbagai macam kembang : melati, mawar, kantil, aneka rokok atau lisong,.... sampai kepada bau yang kurang sedap semisal bau kecut bahkan bau bangkai busuk.

Umumnya wewangian tersebut dapat menjadi acuan “identitas” sosok hodam yang hadir. Hodam hodam gelap dan bermaksud jahat biasanya bersifat agresif dan bahkan berbau menyengat. ( kehadiran sosok gunderuwo seringkali diikuti dengan bau bangkai ). Berbeda dengan hodam hodam putih yang memiliki kemampuan pengasihan biasanya bersifat harum dan lebih lembut karakternya.

Dari uraian diatas kembali ditekankan bahwa untuk menjadi seorang paranormal, amatlah penting mengasah dan memiliki kepekaan batin / indra ke enam. Sukur – sukur apabila kepekaannya merangkap 4 aspek tersebut ( visual , pendengaran, kulit dan penciuman ),...  Fakta dilapangan menguasai  2 – 3 aspek saja sudah bagus... ;)

Dalam pengertian terbalik, bila ada orang menguasai satu aspek indra batin, artinya dapat dibilang orang tersebut telah memiliki indra ke enam. Dimana secara batiniah dia mampu menangkap sinyal sinyal gaib melalui indra batin yang aktif tersebut.

Perluasan Indra ke 6 – Hati / batin

Sebenarnya di luar ke 4 aspek indra batin yang telah kita bahas di atas,..masih ada lagi satu aspek indra ke enam yang teramat penting,...... yakni kepekaan rasa / hati / batin.

Dengan berbagai teknik olah rasa / olah batin dan meditasi atau ritual tirakat tertentu,..biasanya kepekaan batin akan muncul seiring porsi latian dan jam terbang.

Kepekaan ini bersifat amat halus, karena bersumber dari kalbu di dalam hati. Jauh dilubuk dan relung perasaan terdalam.

“Indra” yang satu ini lebih berpusat di cakra jantung, dimana kontemplasi mendalam yang memfokuskan diri ke perasaan atau kalbu akan meningkatkan sensitivitasnya.

Dalam diri orang yang terlatih baik, indra ini memungkinkan lahirnya feeling dan intuisi yang semakin peka. Seolah oleh bisa “membaca” masa depan dan masa lalu dari sebuah peristiwa. Menebak berbagai hal,... dan kepada hal hal yang bersifat penerawangan.

Indra hati ini bekerja sama dengan indra visual sehingga memungkinkan orang untuk melihat hodam/ hal hal gaib. Bila seseorang melihat gaib dengan mata fisik tertutup, artinya ia lebih mengandalkan fungsi dari mata hati. Sebaliknya apabila melihat hodam dengan mata fisik terbuka, artinya ada koordinasi sangat baik antara kepekaan indra visual  ( jg mata fisik ) dengan indra hati / perasaaan.

**Bagi mereka yang sangat ahli / berbakat dibidang visual batin,..bahkan dimungkinkan melihat hodam murni hanya mengandalkan mata fisik belaka ( mata terbuka ) tanpa keterlibatan indra hati / batin / perasaan sama sekali.

Kendati demikian bukan berarti feeling hanya bisa dicapai dengan latihan di cakra jantung. Mereka yang berlatih di cakra ajna pun dapat saja memiliki kepekaan batin dan seolah olah memiliki kebijaksanaan utk mengetahui hal hal yang akan terjadi, dimana intuisi dan insting menjadi amat tajam.
---------------------------------------------------------------



Kita kembali ke topik awal, mengenai kompetensi lain utk menjadi orang “pintar” hehehehe...

Selain hard skill diperlukan juga soft skill khusus agar anda pantas menyandang gelar orang sakti J.

1.      Keberanian
Pernahkan anda bertemu  / mendengar cerita seseorang dengan tangan kosong  berani menghadapi keroyokan preman berjumlah 5 orang atau lebih, bahkan mungkin diantaranya menggunakan senjata, namun ketika melewati areal pekuburan lari tunggang langgang ???
Atau justru orang berani seorang diri berhari hari di sebuah makam keramat terpencil, tapi ketika berhadapan dengan orang lain cenderung takut ???

Itulah kenyataan yang terjadi, dan dalam kebatinan justru orang kedua memiliki chance keberhasilan lebih tinggi dari pada orang pertama.

Bila anda ingin menjadi dukun top, urat takut anda terhadap hal hal gaib harus sudah putus. Jangankan ke makam sendirian pada malam jumat kliwon, tidur dalam gua terpencil gelap gulita pun harus sudah terbiasa. Bukan hanya rasa takut terhadap jin jin dan hodam hodam getanyangan yang perlu di eliminasi. Namun juga terhadap ancaman binatang buas / berbisa ketika ritual ekstrim dilakoni, semisal daerah hutan, gua, pegunungan, sampai gua gua dalam karang di pesisir pantai. Dimana terkadang untuk masuk ke dalamnya perlu menyelam / merangkak terlebih dahulu.

*Akan menjadi hiburan tersendiri bagi praktisi kebatinan apabila menyaksikan seorang dukun “sakti” yang ketakutan berada di makam angker  wkwkwkwkwk

Rasa takut tidak mungkin dihilangkan, karena itu merupakan basic instinct manusia secara kodrati. Kita hanya perlu melatih mengendalikan rasa takut itu. Pengendalian terarah akan meningkatkan rasa percaya diri, selanjutnya jam terbang menuntun pemahaman kepada hakikat kita bagai butiran pasir di alam semesta nan besar.

Ujian mental kepada para murid biasa dilakukan sang guru secara bertahap,sesuai tingkat keberanian masing masing. Ketika telah tiba waktunya, sosok ekstrim aneka jin dengan bentuk dan rupa menyeramkan akan dimunculkan dan dipertemukan kepada sang murid. Seringkali sosok itu begitu menyedihkan sekaligus menjijikan atau sangat amat menyeramkan, sehingga serasa anda ingin menelan kepala anda sendiri...... hufffttttt

Ketika beberapa step ujian berhasil dilewati, maka akan lahirlah keberanian yang mumpuni untuk menghadapi berbagai bentuk cobaan real di lapangan. Bukankah sudah semestinya manusia hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ?

Bagi anda yang bernyali kecil akan hal hal gaib,...jangan bersedih...lawan lah rasa takut itu dan kendalikan !!!,...selama berupaya dan yakin tentu akan ada peningkatan keberanian. ;)

2.      Ketenangan
Ini bukan sama sekali berarti semua dukun bersifat pasif dan tidak agresif. Sama sekali bukan itu, banyak dukun jago yang sifatnya unik dan menjurus ke tempramental. Namun demikian tentunya tidak setiap saat dukun tersebut mengumbar emosi dan amarahnya.

Tenang tidak identik dengan lamban dan pasif, namun tenang lebih kepada penguasaan diri akan situasi lingkungan dan juga bagaiman cara menanggapi stimulus external tersebut. Padi semakin berisi maka semakin merunduk, begitu pula biasanya orang yang berilmu tinggi akan cenderung kalem dan tidak senang untuk menyombongkan diri. Karena ketika telah mencapai tahap tertinggi, dia akan menyadari bahwa sesungguhnya semua hanyalah kosong.  ( Cckckckckck ketinggian neh bahasa nya ,...)

Hmmm ok back to reality... ;)

Sikap tenang akan banyak menguntungkan bagi seorang praktisi kebatinan maupun tenaga dalam, hal ini ibarat anda memancu kendaraan di tol dengan kecepatan konstan,..misalnya 80 km/jam.  Dengan kondisi tenang dan stabil, aura & power tubuh tidak cepat terkikis habis karena emosi yang tidak terkontrol.

Tenang juga bukan berarti malas untuk bergerak. Hampir semua teori perilaku dan nasehat orang bijak menyarankan kita bersikap tenang dalam menghadapi situasi apa pun. Nah nasihat itu kiranya sangat bermanfaat dalam mengolah kebatinan.

Semakin lama seorang berlatih kebatinan, sikap tenang semakin dalam, karena pengaruh hormon internal semakin banyak akibat meditasi / tirakat yang dilakukan.
Sikap tenang memungkinkan pancaran aura lebih konstan dan halus. Juga memungkinkan praktisi menyimpan lebih banyak power dibandingkan mereka yang beraliran “panas”...

**Pada beberapa aliran, dan pada beberapa jenis keilmuan bahkan tanpa sikap tenang, ilmu yang telah ada dalam diri praktisi tidak bisa dipraktekan atau dimunculkan.

3.      Disiplin & Komitmen
Kiranya untuk berhasil dibidang apapun disiplin menjadi syarat mutlak dan tidak bisa ditawar lagi. Begitu pula dalam melatih kebatinan. Layaknya mereka yang berlatih bela diri kungfu, seperti legenda Bruce Lee, seperti itu pulalah beratnya porsi latihan dalam memaksimalkan potensi kebatinan.

Penulis telah bertemu begitu banyak orang yang memiliki potensi daya batin tinggi / berbakat secara gaib, namun gagal hanya karena tidak mampu mendisiplinkan diri. Latihan seenaknya,....kalau inget saja,....atau seperlunya saja......

Sesuatu yang on dan off seperti  itu tidak akan maju dengan pesat. Perkembangan berjalan lambat ibarat kura kura di kutub selatan yang bermimpi main ke kutub utara ;)

Penting tidak hanya disiplin soal latian, intensitas dan porsi, melainkan juga soal waktu.
Banyak jenis jenis tirakat batin yang amat sangat memerlukan disiplin tinggi. Malah pada esensinya latihan kebatinan adalah latihan kedisiplinan mental, spiritual. Siapa yang bisa mengendalikan diri, ego dan napsunya tentu serta merta akan mengalami quantum leap dalam semua potensi batiniah.

Komitment, artinya sadar dan terus berusaha menjalani apa yang telah menjadi pilihannya. Menjadi paranormal top bukanlah cita cita yang gampang,..... sebaliknya bagi mereka yang komit dengan jalan hidup praktisi kebatinan, hal itu jg bukan merupakan sesuatu yang sulit
Komit artinya sadar dengan segala tanggungjawab yang terjadi dengan latihan kebatinan dan “profesi”sebagai paranormal. Tanpa komitment maka sebuah disiplin diri akan kehilangan makna sehingga menjadi sebuah rutinitas biasa, bak robot dan mesin otomatis.

Namun komitmen tinggi akan menjadi bahan bakar yang terus menyala dan memberikan “energi” semangat bagi para pemeganngya. Ia kan terus membimbing menuju level lebih tinggi dan memaksimalkan mereka mereka yang teguh memegangnya.

Tentu tidak bisa hari ini komit menjalani latihan berat selama beberapa bulan... lalu ternyata 2 minggu kemudian berubah komitment ingin menjadi orang awam saja. Hari ini A besok B,...orang dengan tipe seperti ini tidak akan berhasil. Tidak hanya dalam kebatinan, ..bahkan dalam dunia politik pun sikap seperti ini hanya akan memunculkan komedi konyol menggelikan.... piss ah ;)

Akhir kata,...bila anda tidak sanggup  untuk mengekang diri, tidak mau cape...hanya cari short cut....mau terima beres dan enak... semua serba instan..maka lupakan lah cita cita paranormal anda. Hal ini bukan menafikan cara cara cepat dalam pembelajaran...atau bahkan lompat materi untuk mempercepat proses belajar. Namun sikap mau enak tanpa usaha hanya akan melahirkan paranormal kelas teri yang seringkali berakibat fatal dan menjadi aib bagi praktisi kebatinan sesungguhnya.

Komit dengan profesi sebagai paranormal,,jg artinya anda harus bersiap dengan segala tekanan sosial. Bisa datang dari rekan,..sahabat karib.  ....pasangan,..keluarga bahkan orang tua sendiri. Hal ini karena tidak semua elemen masyarakat  bisa menerima profesi paranormal. Banyak yang salah kaprah dan salah persepsi. Ditambah dengan praktik praktik oknum dukun hitam..memperparah corat marit konotasi paranormal di tengah masyarakat. Komitmen baik dan stabil akan membantu anda berada dalam “badai” tersebut, dan akhirnya menunjukan kepada dunia siapa anda sebenarnya. ;)

4.      Minat dan Hobi

Ada perbedaaan besar antara mereka yang melakoni kebatinan sebagai hobi dan memang berminat ( bahkan sejak kecil )...dengan orang2 yang sekedar melakukan karena “tuntutan” hidup / ekonomi.

Mereka yang tidak berminat serius, melakukan kedisiplinan hanyalah sebuah rutinitas. Beda dengan mereka yang memang hobi hal hal gaib dan sesuatu yang bersifat batin. Tanpa “paksaan” pun mereka akan dengan senang hati melakukan tirakat – tirakat.  Mereka berusaha dalam tiap kesempatan untuk membicarakan hal hal gaib ( tentu liat situasi ),..mencari referensi,...membaca artikel...termasuk berburu tempat tempat angker untuk meningkatkan kepekaan dan melatih daya batin.

Mereka secara perlahan lahan berinteraksi dengan orang – orang yang memiliki hobi sama, yakni kebatinan. Hal ini karena secara cosmic,...universe membantu orang orang tersebut saling “bertemu” dan berhubungan. Seringkali sebuah pertemuan seolah olah memang sudah diatur dari atas, dan jodoh antara murid -  guru kerap kali sudah di”tentukan” Yang Maha Kuasa.

Untuk praktisi kebatinan, perjodohan semacam itu sudah bukan hal aneh lagi. Dimana pertemuan tiba tiba dalam situasi yang bahkan tidak memungkinkan bisa saja terjadi.
Minat dan hobi pada akhirnya  sangat menentukan kualitas komitmen itu sendiri. Bagi mereka yang hobi, ada tidaknya pasien / klien tidak akan menjadi patokan pembelajaran. Berapa pun besar tarif / fee yang didapatkan tidak menjadi kendala. Sekali lagi karena semua itu dilakukan dengan hati,...hobi lah yang berperan.

Seringkali praktisi kebatinan tidak mendapatkan bayaran sepeser pun atas jerih payahnya menolong orang. Pada beberapa kasus bahkan sebenarnya mereka nombok untuk melakukan usahanya. Paranormal  yang tidak berorientasi materi, uang khususnya tentu memiliki filosofi sendiri terhadap peran keparanormalannya.

Kerap kali masyarakat tidak pernah tau dan paham,..bahwa utk sebuah usaha batin misalnya dalam pengobatan korban santet... terkadang diperlukan upaya amat berat dan melelahkan,...belum lagi resiko yang harus ditanggung si penyembuh. Dari mulai ancaraman serangan balikdukun musuh, sampai ancaman fisik dari  musuh si klien itu sendiri.
Beberapa usaha memerlukan bakaran / peralatan ritual seperti kemenyan, buhur, madat, apel jin, minyak apel jin,..dupa,..hio...dll....... sampai kepada kembang, kopi, teh, susu dan aneka buah.

Namun sekali lagi,...utk beberapa penyembuh / paranormal...mereka tidak ingin meribetkan dan memusingkan pasien dengan semua persiapan itu. Mereka hanya ingin secepatnya membantu dan memberikan solusi seefektif mungkin tanpa perlu menambah beban pikirian pasien.

Resiko karena “terlalu” tulus terkadang hanya lelah dan cape yang diterima,..tanpa ada rasa penghargaan  memadai dari pasien. Sekali lagi mungkin karena pasien tidak pernah tau seberapa capek dan sulitnya jadi juru sembuh ;)  ( bukan curcol ya xixixixixixi )
Kembali lagi ke topik,...karena  hobi...semua keadaan di atas tidak menyurutkan semangat praktisi yang memang benar benar minat dalam dunia batin.

Jangankan bayaran dan kelelahan upaya fisik - batin,...resiko taruhan nyawa pun kerap dilakoni........   demi sebuah kata HOBI.

5.      Integritas

Last but not the least....Aspek kelima ini mungkin jadi salah satu yang paling penting dari keseluruhan kompetensi. Apalah jadinya anda menjadi orang paling sakti sedunia tapi kehilangan integritas. ??

Integritas artinya walk the talk..... ada kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Tanpa aspek ini tidak akan timbul trust. Tanpa trust apalah artinya sebuah hubungan relasi yang terbentuk antara paranormal dengan kliennya.

Penulis pernah kenal dengan orang sakti dan berbakat,.... bisa melakukan berbagai hal gaib dan membuat orang berdecak kagum. Tapi apa kabarnya hari ini ?? ...sayang sekali tetap terpuruk dalam ekonomi dan masalah sosial.,.....  semua orang dekat di sekelilingnya dianggap “musuh” / saingan.... bila pun tidak demikian, orang – orang tersebut lebih memilih tidak kenal dan tidak bergaul dengan dirinya. Bahkan anggota keluarga dan orang tuanya sendiri. Sungguh merupakan sebuah ironi...... sekali lagi apalah artinya kesaktian dan bakat unggul tanpa integritas diri.

Merubah kemampuan dan kesaktian menjadi pendapatan dalam dunia paranormal pun bisa menjadi masalah. Lagi lagi hal ini karena tidak adanya integritas dan profesionalisme dalam mengolah job / tawaran pekerjaan yang datang kepada paranormal itu sendiri.

Salah satu pengejawantahan integritas adalah tepat janji. Jangan lah berjanji kepada klien bila engkau memang tidak yakin bisa memenuhinya. Lebih baik berkata apa adanya dan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi dari pada memenuhi janji / angan2 palsu,..lalu jatuh menjadi kekecewaan bahkan kebencian.

Posisi apapun,..profesi apapun,....peran dan tugas apa pun yang diemban setiap insan dalam kehidupan ini harus dijalani dengan landasan integritas. Sebagai dukun jadilah dukun yang baik,..sebagai HRD jadilah HR yang qualified. Sebagai akuntan jadilah akuntan yang jujur dan kredibel. Sebagai pedagang jadilah pedagang yang profesional dst dst......

Tanpa integritas, lagi lagi semua akan sia sia...karena tidak akan ada yang percaya kepada diri kita. No  trust ... No Hope.......
-------------------------------------------------

Sebagai penutup, skill set yang telah kita bahas di atas baik berupa soft maupun hard skill, baik telah dimiliki sejak lahir maupun sengaja dilatih hanyalah merupakan sebuah equipment. Utamanya utk hard skill, hal itu hanya bersifat membedakan dengan orang awam. Dimana orang awam bersifat pasif dan tidak peka secara batin, sedangkan mereka yang telah memiliki kepekaan indra ke enam dikategorikan telah aktif secara batin.

Banyak dalam kehidupan sehari hari orang awam yang memiliki power batin atau tenaga dalam atau bahkan keduanya, namun hanya bersifat pasif karena tidak memiliki indra ke enam. Mereka kesulitan dalam memanfaatkan power tersebut karena keterbatasan radar gaib dalam dirinya.

Sebaliknya banyak pula mereka yang memiliki indra keenam sangat baik, sehingga radar gaib / batin mereka sangat sensitif, namun tidak cukup memiliki power. Mereka tidak mengerti bagaimana cara mengumpulkan prana batin atau tenaga murni. Untuk itu kendati masuk dalam kategori aktif,...mereka akan mengalami banyak kesulitan ketika berhadapan dengan hal hal gaib. Ini sama saja tentara yang memiliki keahlian menembak sangat baik, namun apa daya di tangan hanya ada sebilah bambu.

Terbaik adalah bila mana kekuatan bertemu dengan keterampilan,.... ditangan merekalah banyak keajaiban bisa dimunculkan.




***ORANG SAKTI ADALAH ORANG BIASA, YG TAMPAK LUAR BIASA DIMATA ORANG ORANG TIDAK BIASA

Salam Magic

Ki Awan
**. Hati hati segala bentuk penipuan !! yang mengatasnamakan Ki Awan / Magic Glow Team. Komunikasi selalu dilakukan melalui 2 alternatif berikut :

www.magicglowteam.com  /  WA : 0812-1223-3535


“When power meet the skill”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar